6 hal yang akan membuat Ibu Kartini sedih jika melihat ini

Pergi Gelap Pulang Nunggu Terang

6 hal yang akan membuat Ibu Kartini sedih jika melihat ini – Berhubung sebentar lagi tanggal 21 april saya jadi ingat hari ibu atau hari kartini yang mana kita sering mendengar semboyan ibu kartini “habis gelap terbitlah terang”.Namun perbedaan sangat jauh berbeda zaman ibu kartini dengan zaman sekarang dimana saya kadang berpikir dan miris melihat kartini zaman sekarang yang mungkin bisa dikatakan

“Pergi Gelap Pulang Nunggu Terang”

Dulu kartini berjuang sendiri untuk mendapatkan persamaan hak wanita dalam berbagai ranah kehidupan khsusnya pendidikan dan harus tetap menjunjung tinggi kodratnya sebagai wanita.Beberapa dekade setelah beliau meninggal pergerakan wanita semakin terasa dan membawa dampak luar biasa.Saat ini bahkan melihat seorang wanita berada dalam tampuk kepemimpinan pun bukan hal yang tabu lagi meskipun adat ketimuran bangsa ini belum sepenuhnya punah terutama budaya patriarki sebagaimana contoh Megawati pernah menjadi presiden Indonesia.

Ada 6 hal yang akan membuat ibu kartini sedih jika beliau masih hidup :

1. Malas Belajar

Sebagaimana kita tahu beliau harus menulis surat kemana-mana agar perempuan bisa disetarakan dan mendapatkan persamaan hak dalam kehidupan termasuk pendidikan.namun cewek zaman sekarang,kebanyakan mereka malas jika disuruh belajar lebih suka berkumpul dan bermain bersama-sama temannya.anda akan bisa lihat sendiri dalam potret kehidupan anda.

2. Malas bekerja

Perempuan zaman sekarang malah banyak yang tidak mengecap bangku kuliah karena mungkin masih ada adat ketimuran yang mana wanita walaupun sarjana akan tetap kembali ke dapur.Namun sekarang banyak perempuan yang jadi sarjana,foto pake toga dan punya ijazah,tapi yang ada menjadikan itu sebgai modal untuk mencari suami yang kaya bukannya buat nyari kerjaan..supaya bisa santai di rumah, arisan dan shopping sana-sini.Bu Kartini bisa menangis jika tahu kalau cita-cita dia perempuan bisa keluar rumah hanya untuk keluar mal untuk shopping atau bahkan pergi ke klub malam.

Baca Juga :  Google menakuti pengguna Microsoft Edge dengan peringatan keamanan

3. Galau

Kalau ini sih masih dianggap wajar karena bu Kartini juga galau,namun begitu galaunya bu kartini dikarenakan nasib wanita zaman dulu makanya dia nulis surat kesana kemari itu pun demi nasib dan masa depan bangsa.Kalau zaman sekarang cewek galaunya apa???walaupun sebenarnya jika galaunya berfaedah menurut saya tidak masalah.Pokoknya gitu gak masalah sbenarnya jika galau untuk sesuatu hal bermanfaat bagi banyak orang.

4. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

Ini juga tidak jarang kita temui di kehidupan seorang wanita zaman sekarang.cewek-cewek yang masih bertahan dengan pasangannya padahal sudah disakiti secara fisik.padahal sekarang ada komnas perlindungan perempuan dan lembaga swadaya masyarakat dimana-mana anda tinggal melaporkan jika tak berani melawan.Bu Kartini menulis surat bukan hanya untuk cewek-cewek bisa skolah tentunya,tetapi juga berani bersuara,dihargai harkat dan martabatnya sebagai seorang perempuan.

5. Minta Dikawinin

Nah ini juga aneh dan unik kok ada juga yang minta dikawinin harga dirinya dimana coba.Bu Kartini pernah menulis dalam suratnya

” Menikah !!! ah kata kutukan saja terlalu halus dalam mewakilinya.

Terus lanjutannya dia bilang :

” Aku merindukan kebebasan untuk menjadi orang yang mandiri,tak harus bergantung pada siapapun.Untuk….tak harus menikah”.

Tuh kan,jadi jangan bikin malu sebagai wanita dengan meminta dinikahin cuma untuk bisa menggantungkan hidup pada lelaki…Kurang lebih seperti itulah.

6. Pergi gelap pulang terang

Banyaknya wanita yang terjerumus ke dalam narkoba,kehidupan malam sehingga membuat potret kehidupan perempuan menjadi terpuruk apalgi slogan Ibu Kartini menjadi berganti :

“Pergi gelap pulang nunggu terang,ga mau pulang maunya digoyang”

Miris memang melihat kehidupan seorang perempuan zaman sekarang dan semoga kita berharap kehidupan perempuan jadi lebih baik.Karena saya pribadi juga sebenarnya takut karena memiliki seorang anak perempuan.Semoga kita semua bisa membimbing keluarga dan anak kita menjadi perempuan yang kuat,bijak dan berguna bagi nusa dan bangsa.

Baca Juga :  Tagihan Listrik Membengkak, PLN Buka Posko Informasi

Selamat hari ibu Kartini……

Semoga artikel ini bisa menjadi bahan renungan kita dan terima kasih telah berkunjung kesini.

You May Also Like

About the Author: Cak Muhai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *