Hukum Permintaan: Rumus dan Faktor yang Memengaruhinya

Hukum Permintaan

Hukum Permintaan: Rumus dan Faktor yang Memengaruhinya – Permintaan dan penawaran adalah aktivitas ekonomi yang tidak terpisahkan. Keduanya, saling berhubungan erat dan saling memengaruhi. Keduanya pun memiliki hukum yang mengikat, yakni hukum permintaan dan hukum penawaran.

Pengertian permintaan sendiri adalah proses meminta sesuatu dalam bentuk barang atau jasa dalam waktu tertentu. Agar lebih memahami tentang permintaan, Suramadu kali ini membahas soal hukum permintaan. Simak ulasannya berikut ini!

Apa itu hukum permintaan? 

Hukum permintaan lebih dititikberatkan kepada aturan, norma, dan nilai yang mengikat dari permintaan itu sendiri. Apabila diuraikan, penjelasan dari hukum permintaan adalah bagaimana ekonomi pasar mengalokasikan sumber daya dan menentukan harga barang dan jasa yang kita amati dalam transaksi sehari-hari.

Hukum permintaan menyatakan, jumlah barang atau jasa yang dibeli akan bervariasi berbanding terbalik dengan harga. Artinya, semakin tinggi harga, maka semakin rendah kuantitas yang diminta.

Sebaliknya jika harga semakin murah, maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak. Jika harga semakin rendah/murah, maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya juga.

Semua terjadi karena pembeli ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada.

Apabila harga terlalu tinggi, maka pembeli mungkin akan membeli lebih sedikit karena uang yang dimiliki terbatas. Namun dengan tingginya harga, penjual akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar.

Baca Juga :  Contoh Surat Penawaran Barang Dan Jasa Terlengkap

Rumus hukum permintaan 

Hukum permintaan menjelaskan tentang keterkaitan antara permintaan suatu barang dengan harganya. Dalam hukum permintaan menyatakan, makin rendah harga suatu barang makin banyak permintaan terhadap barang tersebut. Hukum permintaan dapat dirumuskan sebagai berikut.

Kuantitas (jumlah) yang akan dibeli per unit waktu menjadi lebih besar apabila harga, ceteris paribus, semakin rendah.

Faktor yang memengaruhi hukum permintaan

Teori permintaan dalam kacamata ekonomi adalah jumlah barang yang dibutuhkan di pasar. Titik tolaknya adalah kebutuhan manusia. Makin banyak kebutuhan sebuah barang setiap individu, maka permintaan makin banyak. Yang harus dicatat, meski permintaan tinggi tapi tidak semua permintaan dinilai sempurna.

Hanya permintaan efektif yang terbilang sempurna di pasar sebagaimana permintaan efektif adalah permintaan yang didukung oleh daya beli masyarakat. Artinya, kekuatan daya beli masyarakat terbilang tinggi.

Nah, permintaan sebuah barang dan jasa turut dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain:

  1. Harga barang dan jasa.
  2. Pendapatan konsumen.
  3. Harga dari barang atau jasa yang berkaitan.
  4. Ekspektasi konsumen yang berkaitan dengan harga barang atau jasa, tingkat pendapatan, dan ketersedian barang atau jasa di masa mendatang.
  5. Selera konsumen.
  6. Banyaknya konsumen yang potensial.
  7. Pengeluaran iklan.
  8. Atribut atau features dari produk tersebut.
  9. Faktor-faktor spesifik lainnya yang berkaitan dengan permintaan atas produk.

Jenis-jenis permintaan

Permintaan sendiri bisa dibagi menjadi tiga jenis, yaitu ada permintaan efektif, permintaan absolut, dan terakhir permintaan potensial. Apa perbedaan ketiganya?

  • Permintaan efektif (effective demand), merupakan permintaan terhadap suatu barang yang disertai dengan kemampuan untuk membayar atau daya beli barang tersebut. Artinya transaksi telah terjadi.
  • Permintaan absolut (absolute demand), merupakan permintaan terhadap suatu barang, namun tidak disertai dengan daya beli barang tersebut.
  • Permintaan potensial, merupakan permintaan yang disertai dengan daya beli, namun tidak membeli barang tersebut. Artinya transaksi belum terjadi.
Baca Juga :  Pahami Hukum Penawaran Sebelum Memulai Usaha

Dua pendekatan hukum permintaan

Dua pendekatan hukum permintaan
Dua pendekatan hukum permintaan

Ada dua pendekatan yang menerangkan mengapa konsumen berperilaku seperti yang dinyatakan dalam hukum permintaan, yaitu:

1. Pendekatan marginal utility

Pendekatan ini memiliki asumsi-asumsi yang terkait dengan beberapa poin berikut.

  • Kepuasan setiap konsumen dapat diukur baik dengan uang maupun dengan satuan lain yang bersifat kardinal.
  • Berlakunya hukum Gossen (law of diminishing marginal utility), yaitu semakin banyak kuantitas barang yang bisa dikonsumsi, maka tambahan kepuasan yang diperoleh setiap satuan tambahan yang dikonsumsi akan menurun.
  • Konsumen selalu berusaha untuk mencapai kepuasan total yang maksimum.

2. Pendekatan indifference curve 

Pendekatan ini menekankan bahwa tingkat kepuasan konsumen bisa dikatakan lebih tinggi atau lebih rendah, tanpa menyatakan berapa lebih rendah atau lebih tinggi. Pendekatan ini merupakan kepuasan yang bersifat ordinal. Berikut fakta-fakta pendukungnya.

  • Konsumen memiliki pola preferensi akan barang-barang konsumen yang bisa dinyatakan dalam bentuk indifference map atau kumpulan dari indifference curve.
  • Konsumen mendapatkan kepuasan lewat barang yang dikonsumsi.
  • Ingin mengonsumsi jumlah barang yang lebih banyak untuk mencapai kepuasan yang lebih tinggi.

Perilaku konsumen dalam hukum permintaan

Sebuah permintaan tidak lepas dari perilaku konsumennya. Perilaku konsumen pada sebuah pasar adalah proses dan aktivitas, ketika seseorang mencari, memilih, kemudian memutuskan untuk membeli dan menggunakan sebuah produk.

Terakhir, konsumen akan melakukan evaluasi produk dan jasa tersebut apakah telah memenuhi kebutuhan dan keinginan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.

Para ekonom dalam kajiannya membagi dua kelompok permintaan konsumen berdasarkan perilaku konsumsinya, yaitu:

1. Kelompok permintaan fungsional

Yaitu kelompok konsumen yang meminta barang karena unsur fungsinya. Dengan kata lain, barang bersangkutan memiliki daya guna yang penting bagi konsumen.

2. Kelompok permintaan non fungsional

Permintaan ini sering disebut sebagai permintaan tidak rasional, yaitu permintaan yang bersifat tidak direncanakan (impulsif), spekulatif, dan permintaan yang memengaruhi efek daya guna barang.

Kelompok permintaan konsumen

Kelompok permintaan konsumen
Kelompok permintaan konsumen

Permintaan amat erat berkaitan dengan jumlah barang yang dibeli dan yang diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Di sisi yang selaras, permintaan konsumen berkaitan dengan kebutuhan yang harus dipenuhi juga.

Memahami permintaan konsumen menjadi kunci sukses sebuah produsen atau bisnis sebab dengan memahami kebutuhan dan permintaan konsumen, maka sebuah produk atau jasa akan lebih berpeluang untuk sukses di pasar.

Selanjutnya permintaan dapat dijelaskan dalam beberapa kelompok, yaitu:

1. Permintaan menurut daya beli

Berdasarkan daya belinya, permintaan dibagi menjadi tiga macam, yakni:

Permintaan Menurut Daya Beli Penjelasan
Permintaan efektif Permintaan masyarakat terhadap suatu barang atau jasa yang disertai dengan daya beli atau kemampuan membayar. Pada permintaan jenis ini, seorang konsumen memang membutuhkan barang itu dan ia mampu membayarnya. Contoh, Amanda memiliki uang yang telah dialokasikan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Uang tersebut telah disisihkan setiap bulan saat menerima gaji untuk berbelanja kebutuhan.
Permintaan potensial Permintaan masyarakat terhadap suatu barang dan jasa yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk membeli, tetapi belum melaksanakan pembelian barang atau jasa tersebut. Contoh, Amanda memiliki uang yang cukup untuk membeli produk Smart TV, namun ia belum berkeinginan untuk membelinya.
Permintaan absolut Permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang tidak disertai dengan daya beli. Pada permintaan absolut, konsumen tidak memiliki kemampuan secara finansial untuk membeli barang yang diinginkan.

Contohnya, Amanda ingin memiliki sebuah mobil. Sayangnya, ia belum memiliki uang yang cukup untuk membayar uang muka atas pembelian mobil tersebut. Maka, Amanda belum dapat mewujudkan keinginannya untuk memiliki sebuah kendaraan pribadi.

2. Permintaan menurut jumlah subjek pendukungnya

Permintaan konsumen bukan hanya datang dari keinginan atau kebutuhan sendiri, tetapi juga melibatkan orang lain, karena tidak melulu konsumen yang menginginkan atau membutuhkan suatu barang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi semata.

Sebaliknya, permintaan bisa berasal dari orang terdekat yang menginginkan atau membutuhkan barang-barang terkait. Berikut jenis permintaan berdasarkan subjeknya.

Permintaan Menurut Subjek Pendukung Penjelasan
Permintaan individu Permintaan ini dilakukan oleh seseorang untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Contoh, Amanda membutuhkan pakaian kerja yang digunakan untuk bekerja setiap hari. Maka, Amanda memenuhinya dengan membeli pakaian tersebut saat memiliki uang.
Permintaan kolektif Berasal dari kumpulan permintaan perorangan atau individu atau permintaan secara keseluruhan dari konsumen pasar. Contoh, Amanda membeli susu kaleng setiap bulannya saat mendapatkan gaji. Susu tersebut dibeli Amanda untuk memenuhi kebutuhan anaknya.

Demikian penjelasan tentang hukum permintaan. Semoga ulasan ini dapat menambah pengetahuan kita dalam bidang ekonomi dan bisnis, ya. Apabila masih membutuhkan informasi lain soal jenis-jenis usaha dan pengertian ekonomi makro secara lebih luas lagi, jangan lupa mencarinya di Suramadu. Semoga sukses!

You May Also Like

About the Author: Cak Muhai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *