Ilmuwan ini Sebut Virus Corona Berasal dari Luar Angkasa, Benarkah?

Virus Corona dari Meteor

Ilmuwan ini Sebut Virus Corona Berasal dari Luar Angkasa, Benarkah? – Hingga saat ini virus Corona dinyatakan sudah menginfeksi lebih dari 100 ribu orang di seluruh dunia, meski sebagian besar korban virus ini berada didaerah asalnya Wuhan, China, namun virus Corona kini telah ditetapkan sebagai pandemi.

Pandemi adalah kondisi dimana sebuah wabah dinyatakan sebagai ancaman internasional, WHO sebagai lembaga kesehatan dunia menetapkan Corona sebagai pandemi karena penyebarannya diluar China terus terjadi dan malah semakin parah.

Italia adalah negara diluar China dengan infeksi Corona paling mengkhawatirkan hingga saat ini bersama dengan Korea Selatan, bahkan pemerintah negara eropa ini kini telah melakukan penutupan sebagian kota dinegaranya, baik masuk maupun keluar.

Ditengah penyebaran virus yang semakin banyak ini masih banyak ilmuwan yang juga terus mencari tau sumber utama dari virus mematikan ini, meski awalnya diduga berasal dari hewan liar, namun kini mulai banyak teori-teori baru bermunculan.

Seorang ilmuwan asal Inggris menyebut bahwa Corona berasal dari sebuah meteor yang pernah menghantam China pada Oktober 2019 lalu, ilmuwan bernama Chandra Wickramasinghe yang merupakan Profesor di Buckingham Center of Astrobiology menduga bahwa Corona adalah virus yang terperangkap di stratosfer yang mengelilingi bumi.

“Wabah virus corona yang menyebar dengan tiba-tiba ini ada kaitannya dengan koneksi luar angkasa,” ujarnya seperti dilansir dari Daily Star, Sabtu (14/3/2020). Sebuah meteor memang pernah menghantam China pada 11 Oktober 2019 lalu.

Ilmuwan tersebut juga mengatakan bahwa meteor yang pernah menghantam langit China itu kemungkinan membawa ratusan triliun partikel virus infektif. Partikel virus ini yang diduga menjadi Corona pada saat ini.

Baca Juga :  Ayo Bagikan! Beginilah Cara Mencegah Penyebaran Virus Korona dengan Mudah

Terkait pernyataan ilmuwan asal Inggris ini sendiri banyak pihak dan ilmuwan lain yang berkomentar, tidak hanya ilmuwan para warganet juga mengatakan bahwa kemungkinan sebuah meteor membawa virus sangatlah kecil, apalagi meteor tersebut hanya melintasi langit dan tidak sempat menghantam tanah.

Di Indonesia sendiri para ilmuwan juga masih mencari tau sumber dari virus Corona yang sebenarnya, selain itu para ilmuwan dan peneliti juga berusaha untuk menciptakan vaksin dari virus yang meresahkan ini.

Hingga kini korban yang positif terjangkit virus Corona di Indonesia sudah lebih dari 60 orang, sebagian besar dari korban adalah orang yang baru saja pulang bepergian dari luar negeri, meski demikian pemerintah terus menghimbau agar kita terus waspada.

Ada beberapa cara mudah yang bisa anda lakukan agar terhidar dari virus Corona ini, selain menghindari kontak langsung dengan orang asing, mencuci tangan secara teratur dan tidak terlalu sering menyentuh wajah dapat mengurangi kemungkinan terpapar virus ini secara tidak sengaja.

Pemerintah juga terus menghimbau agar tidak tidak terlalu panik sampai memborong masker dan dan obat-obatan secara berlebihan, karena kepanikan akan dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan.

Hingga kini Indonesia masih termasuk kedalam daftar negara yang korban positif Coronanya masih tergolong sedikit, hal ini merupakan bukti bahwa pemerintah terus melakukan penanganan dan pencegahan dengan baik untuk melindungi kita yang berada didalam negeri.

Corona 2019 atau yang memiliki nama resmi COVID-19 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan, virus ini sendiri diduga berasal dari hewan liar (kelelawan / ular) yang diperdagangkan di pasar seafood dikota Wuhan, China. Setelah pandemi ini menyebar hampir keseluruh dunia pemerintah China sendiri akhirnya mengeluarkan larangan untuk warganya memakan hewan liar.

Baca Juga :  Situs Download Aplikasi Android selain Google Play Store

You May Also Like

About the Author: Auliya Fikri

Blogger & Freelancer. Tertarik dengan topik seputar bisnis, ekonomi, investasi, teknologi, dan gaming.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *