Kandungan Racun Tikus Yang Perlu Anda Ketahui dan Pertolongan Pertama pada orang yang mengkonsumsi

kandungan racun tikus

Ketika dirumah sering lewat memang sangat menjengkelkan apalagi jika sering memakan persediaan makanan kita.Terkadang bukan hanya beras dan bahan makanan kita yang dimakan oleh binatang pengerat satu ini bahkan material dari kayu seperti pintu, pipa,  lemari juga tidak luput dari serangan tikus.

Bukan hanya dirumah binatang pengerat yang bernama tikus ini juga sering mengganggu areal sawah pertanian bagi petani yang memiliki sawah dan menjadi hama yang menjengkelkan dan tidak jarang membuat petani naik pitam dan marah.

Kandungan Racun Tikus

Nah tahukah Anda Walau sebenarnya toksin tikus atau Rodentisida sering dipakai oleh petani untuk membunuh hama pertanian. Tapi, ada juga warga yang manfaatkan toksin tikus untuk membunuh tikus got yang menganggu di rumah.

Merujuk pada Badan Pengawasa Obat serta Makanan (POM), racun tikus adalah senyawa kimia yang benar-benar beracun serta bahaya untuk kesehatan.

Kandungan bahan kimia dalam racun tikus terbagi dalam beberapa tipe, salah satunya Bromadiolone, Brodifacoum, Calcium cyanide, Chlorophacinone, Coumatetralyl, Flocoumafen, Doumatetralyl, Warfarin serta Zinc phosphide.

Racun tikus yang mempunyai kandungan bahan kimia Zinc phopside berbau yang khas, yaitu seperti ikan busuk. Ini untuk mengundang perhatian tikus supaya datang dan mendekati racun tikus yang sudah dicampurkan pada makanan.

Bahaya Dan Pertolongan Pertama Jika Racun Tikus Dikonsumsi

Pada racun tikus tertentu, contohnya yang memiliki kandungan senyawa kimia Warfarin dapat mengakibatkan pendarahan pada tikus bahkan manusia. Ini karena darah tidak gampang membeku saat terserang toksin tikus. Jika digolongkan, racun itu masuk ke racun antikoagulan (pengencer darah).

Sehingga sangat berbahaya racun tikus ini jika tidak sengaja ataupun disengaja apabila mengkonsumsi racun tikus yang akan mengubah sistem pernapasan bila masuk ke dalam tubuh manusia.

Baca Juga :  SAFR 2.0, Teknologi Pengenalan Wajah Tercepat di Dunia

Bila racun tikus digabung dengan air akan mengakibatkan seseorang yang memakannya menjadi sesak napas, tekanan darah jadi rendah, muntah, denyut jantung tidak beraturan, koma, kerusakan ginjal, pengurangan sel darah putih hingga paling fatal kematian.

Mengenai tanda yang lain apabila keracunan racun tikus antikoagulan ialah mual, muntah serta diare, perdarahan yang mengakibatkan luka lambat sembuh, gusi atau hidung berdarah, feses serta urine dibarengi darah. Apabila berlangsung keracunan yang kronis mengakibatkan kejang serta tidak sadar diri karena berlangsung perdarahan di pada tubuh termasuk juga pendarahan usus.

Seperti pada kasus tahun 2012 lalu dimana ada enam orang warga landak meninggal akibat racun tikus dikutip dari harian kompas.

Pertolongan Pertama

Bila tidak sengaja konsumsi racun tikus sudah pasti sangat berbahaya, dapat lakukan pertolongan pertama seperti berikut.

  • Bila kontak dengan kulit, lepaskan baju yang terena racun tikus. Kuit yang tercemar dialiri air dalam waktu 15-20 menit sserta dibersihkan dengan sabun. Membersihkan antara kuku jemari tangan serta kuku jemari kaki
  • Bila kontak dengan mata, membersihkan mata dengan buka kelopak mata. Lakukan irigasi dengan air bersih selama minimal 15 menit. Sampai dirasa tidak lagi ada bahan yang tertinggal. Selekasnya bawa serta ke dokter mata.
  • Bila tertelan, beri air sekitar 250 ml (dewasa) atau 15 ml/kg berat badan (anak) serta lekas bawa pula ke rumah sakit.
  • Bila terhirup, pastikan pernapasan korban lancar serta bawa serta korban ke tempat dengan udara yang segar.

You May Also Like

About the Author: Cak Muhai

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *