Kasus Virus Korona di Indonesia Terus Bertambah, Apakah Kita Harus Panik?

Virus Korona

Suramadu.net – Meski sempat dikabarkan kalau jumlah kasus dinegara asalnya China mengalamai penurunan, namun kasus virus Korona (COVID-19) secara global justru terus bertambah, hingga kini sudah ada 156.112 kasus yang korbannya di identifikasi positif terpapar virus Korona.

Berdasarkan laporan terbaru, 73.955 orang yang terpapar virus yang menyerang saluran pernafasan ini telah dinyatakan pulih atau sembuh, sementara korban meninggal dunia akibat Korona sejauh ini mencapai 5.829 orang.

Total sudah ada 141 negara di dunia yang melaporkan kasus warganya positif terpapar Korona, yang mengejutkan lagi ada pejabar di beberap negara yang juga ikut terpapar, termasuk Budi Karya selaku Menteri Perhubungan di Indonesia.

Jika dinegara asalnya China penyebaran virus ini dilaporkan sudah mulai berkurang, di Indonesia malah terjadi hal yang sebaliknya, jumlah korban yang di identifikasi positif Korona terus meningkat dengan pesat dalam beberapa hari belakangan.

Pertamakali dilaporkan hanya ada dua kasus Korona di Indonesia, yaitu sepasang ibu dan anak yang terpapar Korona yang diduga berasal dari warga negara jepang yang sedang berkunjung ke Indonesia.

Namun kini jumlah kasus Korona di Indonesia sudah mencapai 96 orang, 5 diantaranya meninggal dunia. Juru Bicara Pemerintah Khusus untuk Penanganan dan penyampaian informasi terkait virus Korona, Achmad Yurianto mengatakan bahwa penambahan 27 pasien korona dibandingkan data pada hari Jumat 13 Maret lalu.

Untuk mengantisipasi dan mengurangi kemungkinan virus ini tersebar lebih cepat lagi pemerintah pusat sendiri sudah mulai menyusun kebijakan terkait hari libur dan aturan kerja secara online dari rumah.

Sejauh ini pemerintah daerah DKI Jakarta sendiri melalui Gubernur Anies Baswedan sudah meluncurkan kebijakan untuk meliburkan sekolah mulai dari tingkat dasar hingga menengah untuk dua minggu kedepan, hal yang sama dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Baca Juga :  5 Racun Tikus Murah dan Ampuh

Sementara itu kebijakan untuk meliburkan mahasiswa, karyawan dan ASN terutama yang berada disekitar Jawa Barat belum ada keputusan, pemerintah daerah masing-masing masih memantau penyebaran virus yang berasal dari kota Wuhan, China ini.

Lalu ditengah teror dari pandemi global ini apakah kita sebagai warga negara Indonesia harus panik?

Pemerintah pusat sendiri menghimbau masyarakat untuk tidak ikut panik, terutama mansyarakat yang daerahnya belum ada satu kasuspun yang terdeteksi, namun demikian pemerintah terus menghimbau agar masyarakat mengurangi kontak dengan orang asing dan selalu menjaga kebersihan.

Bagi masyarakat yang ada disekitar jawa Barat, Jawa Tengah dan pulau jawa secara keseluruhan diminta untuk tidak memborong pangan, masker dan pembersih secara berlebihan, karena kepanikan akan membuat situasi semakin memburuk.

Pemerintah berjanji untuk terus memastikan agar ketersedian pangan dan masker untuk masyarakat terus terpenuhi, pemerintah juga meminta agar masyarakat tidak membeli masker dan peralatan penjaga kebersihan lainnya seperti sabun dengan harga yang lebih mahal.

Belum lama ini kepolisian setempat juga telah menangkap beberapa oknum yang telah melakukan penimbunan masker untuk dijual dengan harga yang berkali lipat lebih mahal.

pemerintah menyatakan tidak akan memberikan interfensi terhadap oknum atau pihak manapun yang mencoba memanfaatkan kondisi seperti saat ini demi keuntungan pribadi, prioritas saat ini adalah kestabilan ditengah-tengah masyarakat luas.

Korona adalah virus yang diduga berasal dari hewan liar yang diperdagangkan di pasar seafood kota Wuhan, China. Virus yang diberi nama resmi COVID-19 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ini menyerang saluran pernafasan dengan tanda-tanda awal mirip batuk namun disertai muntah dan kenaikan suhu tubuh.

Langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah agar tidak terpapar virus ini adalah dengan selalu mencuci tangan, menggunakan masker pada saat bepergian, menghindari kontak fisik, tidak mengkonsumsi daging mentah dan beristirahat dengan teratur.

Baca Juga :  Data dan analisa Corona

Virus Korona dapat berpindah melalui cairan dan bersin dari orang orang yang sudah terpapar kepada orang terdekat disekitarnya, cukup sulit mengidentifikasi keberadaan virus ini karena gejala awalnya memang mirip demam biasa.

Pemerintah menghimbau siapa saja yang merasa batuk, pilek, sesak nafas, mual dan kesulitan bernafas untuk segera datang ke pusat pelayanan kesehatan terdekat, jangan takut untuk berobat karena biaya penanganan jika terbukti positif terpapar virus Korona akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

You May Also Like

About the Author: Auliya Fikri

Blogger & Freelancer. Tertarik dengan topik seputar bisnis, ekonomi, investasi, teknologi, dan gaming.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *