Pahami Hukum Penawaran Sebelum Memulai Usaha

Hukum Penawaran Sebelum Memulai Usaha

Pahami Hukum Penawaran Sebelum Memulai Usaha – Penawaran dan permintaan saling bertalian erat dalam membentuk harga. Permintaan berpengaruh pada penawaran sehingga terjadilah keseimbangan pasar. Fungsi penawaran menunjukkan hubungan antara jumlah produk yang ditawarkan oleh produsen untuk dijual dengan harga produk tertentu.

Dalam teori ekonomi dijelaskan tentang hukum penawaran bahwa jika harga barang naik, maka jumlah barang yang ditawarkan bertambah. Sebaliknya jika harga turun, maka jumlah barang yang ditawarkan menurun pula.

Berikut definisi dan penjelasan soal hukum penawaran yang kami rangkum dari berbagai sumber.

Pengertian penawaran

Dalam istilah ekonomi, penawaran adalah jumlah barang yang ingin ditawarkan atau dijual oleh produsen. Barang yang ditawarkan dalam berbagai tingkat harga dan biasanya berlaku pada periode tertentu. Artinya, harga tidak selalu sama atau stabil karena akan tergantung kepada jumlah barang yang tersedia.

Definisi hukum penawaran

Dalam istilah ekonomi, penawaran adalah jumlah barang yang ingin ditawarkan atau dijual oleh produsen. Barang yang ditawarkan dalam berbagai tingkat harga dan biasanya berlaku pada periode tertentu. Artinya, harga tidak selalu sama atau stabil karena akan tergantung kepada jumlah barang yang tersedia.

 

Di dalam kegiatan tawar-menawar, berlaku pula hukum penawaran. Hukum ini berfungsi mengikat dalam bentuk aturan dan norma. Berikut pengertian hukum penawaran yang Lifepal rangkum.

  • Hukum penawaran adalah suatu pernyataan yang menjelaskan tentang sifat hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang tersebut, yang ditawarkan para penjual. Hukum ini sarat menonjolkan keinginan para penjual untuk menawarkan barangnya. Sebab persetujuan antara penjual dan pembeli dalam penawaran bergantung pada harga.
  • Hukum penawaran adalah aturan yang mengikat dan menjelaskan hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang yang ditawarkan para penjual. Hukum ini menyatakan, bagaimana keinginan para penjual untuk menawarkan barangnya apabila harganya tinggi dan bagaimana pula keinginan untuk menawarkan barangnya apabila harganya rendah.
  • Dalam hukum penawaran, faktor yang berubah adalah harga dan kuantitas barang atau jasa. Saat harga yang dibayar oleh pembeli naik, biasanya yang terjadi adalah pemasok menambah jumlah pasokan barang di pasar. Pada kondisi ini, tergambar perilaku produsen ketika harga barang atau jasa berubah. Saat harga suatu barang naik, pemasok meningkatkan pasokan untuk mendapatkan keuntungan karena harga yang lebih tinggi.
  • Hukum penawaran berkaitan dengan jumlah komoditas apa pun yang diproduksi dan ditawarkan sebuah perusahaan. Harga komoditas yang ditawarkan bisa naik atau turun. Biasanya, saat harga barang meningkat, maka pemasok akan berusaha memaksimalkan pencapaian laba bersih dengan meningkatkan jumlah produk yang dijual.
  • Hukum penawaran terlihat dalam kondisi saat harga produk turun, lalu pemasok akan mengurangi pasokan produk di pasar. Lalu pemasok akan menunggu kondisi saat harga produk naik di masa mendatang.
Baca Juga :  Ekonomi Mikro: Pengertian, Tujuan, dan Contoh Kebijakannya

Dari sejumlah definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hukum penawaran berlaku saat kegiatan penawaran suatu barang dari pemasok kepada penjual atau pembeli. Ada hal-hal yang mengikat saat kegiatan tersebut berlangsung, yaitu terkait harga dan kuantitas. Kedua hal tersebut berubah-ubah tergantung pada kondisi dari pemasok, misalnya pasokan dan distribusi.

Bunyi hukum penawaran

Dengan demikian, hukum penawaran memiliki bunyi:

“Semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang tersedia ditawarkan. Namun sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditawarkan”

Macam-macam penawaran

Dalam bidang ekonomi, penawaran adalah kondisi saat individu atau perusahaan sanggup menyediakan sebuah barang atau jasa selama periode tertentu. Ketersediaan barang atau jasa di pasar bergantung pada sejumlah faktor, misalnya biaya, kapasitas, dan faktor lain-lain.

Oleh karena itu, ada dua jenis penawaran yang dikenal, yaitu penawaran individu dan penawaran pasar. Berikut penjelasan terkait dua jenis penawaran tersebut.

1. Penawaran individu

Penawaran individu menggambarkan kesediaan perusahaan atau individu untuk menyediakan jumlah barang atau jasa tertentu ke pasar selama periode waktu tertentu. Kondisi tersebut bergantung pada sejumlah faktor, seperti harga produk, biaya produksi, serta kebijakan dan peraturan pemerintah.

Dalam kebanyakan kasus, ambil contoh harga beras. Penawaran akan naik saat harga di pasar mengalami kenaikan.

2. Pasokan pasar

Pasokan pasar menggambarkan kuantitas barang atau jasa tertentu, yang semua penjual di pasar gabungan bersedia untuk menjual. Pasokan pasar mewakili jumlah semua persediaan individu atas barang atau jasa tertentu.

Faktor yang memengaruhi hukum penawaran

teknologi
teknologi

Keinginan para penjual atau pemasok dalam menawarkan barang dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Faktor-faktor tersebut akan membentuk supply dan demand barang atau jasa. Semakin banyak barang atau jasa di pasar, kemungkinan harga di pasar akan cenderung stabil atau murah. Sebaliknya saat barang sedikit di pasar, maka harganya akan naik atau mahal.

Baca Juga :  Ekonomi Makro: Pengertian, Tujuan, Dan Contoh Kebijakannya

Berikut sejumlah faktor yang memengaruhi para penjual atau produsen dalam menawarkan sebuah barang.

1. Harga barang itu sendiri 

Saat harga barang yang ditawarkan naik, maka jumlah barang yang ditawarkan biasanya meningkat. Sebab, produsen ingin mendapatkan laba besar dengan jumlah barang yang ditawarkan. Contoh, ponsel dengan harga murah dipilih masyarakat dibandingkan iPhone, maka produsen smartphone murah ramai-ramai mengeluarkan produk murah dengan spesifikasi yang hampir sebanding dengan iPhone.

2. Harga barang-barang lain

Biasanya penjual akan selalu mengambil kesempatan saat harga barang di pasar mengalami kenaikan. Saat kondisi jumlah barang yang ditawarkan terbatas, penjual atau produsen biasanya menawarkan produk alternatif yang bisa mengisi atau mengganti produk tersebut.

Contoh, saat harga Smart TV terus naik dan mencapai kondisi harga yang mahal, maka penjual akan menjual smartphone untuk mengisi.

3. Biaya produksi 

Biaya produksi adalah keseluruhan biaya yang didapat dalam proses produksi. Mulai dari membeli bahan baku, mengelolanya, membayar gaji karyawan, dan biaya akhir dari produk tersebut. Apabila dalam proses produksi terjadi kenaikan harga, maka produsen tentu tidak ingin merugi sehingga memutuskan untuk menaikkan harga produknya.

4. Kemajuan teknologi 

Sangat penting untuk memudahkan produsen untuk menghasilkan barang atau jasa. Terutama untuk memproduksi barang dengan kuantitas lebih banyak. Penggunaan mesin modern lebih efisien  dilakukan. Tidak hanya dalam menghasilkan produk, tapi juga mempercepat distribusi sebuah produk atau jasanya di pasar. Pada satu sisi, kemajuan teknologi bisa memaksimalkan keuntungan.

5. Pajak

Pengenaan pajak bisa membatasi produksi sebuah barang. Selain juga memengaruhi jumlah barang yang akan diproduksi. Apabila seorang produsen diharuskan untuk mengirimkan sebagian dari penjualan sebagai pajak, biasanya produsen cenderung untuk menaikkan pasokan.

6. Undang-undang yang berlaku

Pastikan peraturan perundang-undangan yang berlaku tidak membatasi jumlah produk yang diberikan. Misalnya, ketentuan bagi e-commarce saat ini terkait berapa persentase barang impor yang diperbolehkan untuk dijual.

7. Kondisi saat ketidakpastian terjadi 

Dalam situasi risiko yang lebih tinggi, produsen memilih untuk menawarkan produknya secara terbatas. Strategi produsen pada umumnya memfokuskan persediaan yang lebih rendah sehingga mereka dapat melepas persediaan mereka. Selama masa perang dan kerusuhan sipil, misalnya, produsen fokus pada menjual dengan harga lebih rendah.

Baca Juga :  Pengertian Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Bagaimana Penerapannya?

Pengecualian dalam Hukum Penawaran

Menurut hukum penawaran, jika harga suatu produk naik, maka penawaran produk juga naik. Begitu juga sebaliknya. Namun ada kondisi tertentu saat hukum penawaran tidak berlaku.

Kondisi tersebut dikenal sebagai pengecualian terhadap hukum penawaran. Dalam kasus ini terlihat saat persedian suatu produk akan turun, seiring dengan kenaikan harga suatu produk pada titik waktu tertentu.

Contohnya, adanya risiko terjadi penurunan jumlah tenaga kerja di sebuah organisasi atau perusahaan. Penurunan jumlah tenaga kerja biasanya terjadi karena upah yang rendah.

Faktor pengecualian dalam hukum penawaran

Sejumlah faktor turut memengaruhi terjadinya pengecualian dalam hukum penawaran, berikut rincian dan penjelasannya.

1. Spekulasi 

Mengacu pada kenyataan bahwa persediaan suatu produk berkurang dan bukannya meningkat pada saat ini, ketika ada kenaikan yang diharapkan dalam harga produk tersebut. Dalam kasus seperti itu, penjual tidak akan memasok seluruh jumlah produk dan akan menunggu kenaikan harga di masa depan untuk mendapatkan keuntungan tinggi. Kasus ini merupakan pengecualian terhadap hukum permintaan.

2. Produk pertanian

Menyiratkan bahwa hukum penawaran tidak berlaku dalam hal produk pertanian karena penawaran produk ini tergantung pada musim atau kondisi iklim tertentu. Dengan demikian, pasokan produk-produk ini tidak dapat ditingkatkan setelah batas tertentu terlepas dari kenaikan harga mereka.

3. Perubahan dalam situasi lain

Mengacu pada kenyataan bahwa hukum penawaran mengabaikan faktor-faktor lain (kecuali harga) yang dapat memengaruhi pasokan suatu produk. Faktor-faktor ini dapat berupa faktor: alam, kondisi transportasi, dan kebijakan pemerintah.

Perbedaan permintaan dan penawaran 

Permintaan  Penawaran 
Pengertian  Keinginan membeli dan kemampuan untuk membayar komoditas tertentu Jumlah komoditas yang disediakan oleh produsen kepada konsumen dengan harga tertentu
Hukum  Ketika permintaan naik, pasokan menurun Ketika penawaran meningkat, permintaan menurun
Hubungannya dengan penentuan harga Tidak secara langsung menentukan harga Secara langsung menentukan dan membentuk harga
Pelaku Pembeli/konsumen Pedagang/produsen

Demikian informasi soal hukum penawaran, semoga membantu kita yang berencana untuk memulai usaha dengan memahami penawaran di pasar.

Apabila masih membutuhkan informasi soal asuransi dan keuangan, cari tahu lebih lengkap di Suramadu, ya!

You May Also Like

About the Author: Cak Muhai

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *