PENGERTIAN PASAR DAN KARAKTERISTIK YANG MEMBENTUKNYA

PENGERTIAN PASAR DAN KARAKTERISTIK YANG MEMBENTUKNYA

Kehidupan kita sehari-hari tidak lepas dengan aktivitas perdagangan atau jual beli. Entah bentuknya dalam barang atau jasa.

Pasar dalam pengertian ilmu ekonomi, berkaitan dengan kegiatannya dan bukan pada tempatnya. Ciri khas sebuah pasar adalah adanya kegiatan transaksi atau jual beli. Konsumen datang ke pasar untuk berbelanja dengan membawa uang sebagai alat pembayaran.

Meski begitu, pasar punya pengertian lebih luas, yakni bisa juga menggambarkan kemampuan ekonomi seseorang atau kelompok tertentu. Kemampuan tersebut dalam hal keinginan untuk kepuasan, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya.

Pengertian pasar

Pasar memang memiliki banyak pengertian dan jenis sehingga pada akhirnya akan membedakan pemahamannya dalam setiap konteks. Berikut sejumlah pengertian pasar yang dirangkum dari sejumlah ahli ekonomi.

1. Alfred Marshall

Pasar adalah tempat barang-barang dibeli dan dijual yang mencakup seluruh wilayah, di mana pembeli dan penjual saling berhubungan bebas satu sama lain sehingga harga barang yang sama cenderung mudah untuk menentukan persamaannya.

2. John Maynard Keynes 

Sekelompok produsen beroperasi di pasar yang sempurna untuk satu komoditas. Masing-masing hanya menghasilkan sebagian kecil dari seluruh pasokan. Harga ditentukan oleh pasar dan masing-masing memaksimalkan keuntungannya dengan menjual hanya sebanyak yang akan membuat biaya marginal sama dengan harga.

3. Gregory Mankiw

Pasar adalah sekumpulan pembeli dan penjual atas barang atau jasa dagangan tertentu. Para pembeli sebagai sebuah kelompok yang menentukan permintaan terhadap produk dan para penjual sebagai kelompok yang menentukan penawaran terhadap produk.

Dari definisi pasar menurut para ahli, maka dapat disimpulkan pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli yang saling membutuhkan. Pasar juga menjadi tempat terbentuknya harga dari sebuah komoditas atau barang dan jasa.

Faktor-Faktor yang Menunjang Terjadinya Pasar

Pasar terapung di Banjarmasin

Pasar tidak selalu merujuk pada tempat tertentu, tapi juga mengacu pada suatu komoditas yang membentuk kesepakatan antara pembeli dan penjual. Pelaku pasar tersebut melakukan kontak secara langsung atau tidak langsung dalam memperdagangkan barangnya.

Baca Juga :  Ekonomi Mikro: Pengertian, Tujuan, dan Contoh Kebijakannya

Terkadang, pembeli dan penjual tidak bertemu secara fisik dalam suatu lokasi yang tetap. Namun, cukup dengan berkomunikasi melalui sambungan telepon atau lewat aplikasi digital. Untuk membantu memahami pengertian pasar, terdapat sejumlah faktor-faktor yang menunjang keberadaannya, antara lain:

1. Keinginan 

Kecenderungan konsumen untuk memenuhi kebutuhan. Biasanya, keinginan timbul lewat pengetahuan tentang minat beli konsumen terhadap suatu produk. Selanjutnya akan ada proses pengambilan keputusan dan persepsi terhadap suatu produk perusahaan.

Sebelum mengambil keputusan atas produk atau jasa, biasanya konsumen akan mencari tahu terlebih dahulu produk pesaingnya. Apabila puas, maka konsumen akan loyal terhadap produk yang ditawarkan produsen pilihannya.

2. Daya beli

Kondisi perekonomian suatu negara dapat dilihat pada pendapatan perkapitanya. Pendapatan perkapita dapat mengukur tingkat daya beli masyarakat di sebuah negara.

Daya beli berarti kemampuan membayar untuk mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan. Kemampuan membayar atas barang dan jasa tersebut mengalami kenaikan atau penurunan. Hal ini dipengaruhi dengan naik turunnya pendapatan yang diperoleh.

3. Tingkah laku dalam pembelian 

Ini adalah tahapan konsumen dalam memutuskan membeli sebuah produk atau jasa. Perilaku ini dipengaruhi oleh motivasi, kepribadian, konsep hidup, gaya hidup, proses belajar konsumen, persepsi, dan sikap. Lingkungan dan budaya pun turut memengaruhi perilaku konsumen.

Perilaku konsumen amat erat kaitannya dengan strategi pemasaran sebab perilaku konsumen akan memengaruhi keberhasilan aktivitas pasar.

Fungsi pasar 

Pasar sendiri memiliki fungsi yang luas, tidak hanya sebagai tempat bertukarnya barang dan uang, tetapi juga fungsi-fungsi penting lainnya. Apa saja?

1. Sarana distribusi barang

Pasar memiliki fungsi sebagai sarana pendistribusian barang-barang. Produsen ataupun penjual bisa mendistribusikan barang-barangnya ke pasar untuk kemudian dibeli oleh para penjual. Artinya pasar merupakan jembatan bagi para penjual untuk mendapatkan keuntungan dan pembeli untuk mendapatkan kebutuhannya.

2. Sebagai pembentuk harga

Salah satu faktor penentu harga adalah hukum permintaan dan hukum penawaran. Apabila banyak permintaan, sementara penawarannya tidak mencukupi, maka harga barang akan meningkat. Sebaliknya, bila penawaran melimpah namun permintaan tidak ada, harga akan menurun.

3. Sarana bersosialisasi

Manusia adalah makhluk sosial, jadi berinteraksi dengan individu lainnya adalah suatu kebutuhan. Nah di pasar, kamu bisa melihat pola interaksi dan sosialisasi antar pedagang dengan pedagang, pedagang dengan pembeli, dan pembeli dengan pembeli.

Ciri-ciri utama pasar

 

Ciri-ciri utama pasar
Ciri-ciri utama pasar

Definisi pasar yang merupakan sekumpulan lembaga yang memiliki kebutuhan, uang, dan keinginan untuk berbelanja pada akhirnya akan membentuk karakteristik pasar. Berikut karakteristik esensial suatu pasar.

Baca Juga :  Tekanan Ekonomi dan Serangan Korona di Gedung Putih

1. Komoditas 

Pasar dipahami sebagai tempat di mana komoditas dibeli dan dijual dengan harga eceran atau grosir. Jadi, pasar tidak merujuk ke tempat tertentu melainkan kepada aktivitas transaksi komoditas, misalnya pasar kopi, pasar gandum, pasar beras, pasar sayur, pasar barang elektronik.

2. Area

Di bidang ekonomi, pasar tidak hanya merujuk kepada lokasi tertentu. Melainkan mengacu pada seluruh area atau wilayah yang mengoperasikan permintaan dan penawaran

3. Pembeli dan penjual

Untuk menciptakan pasar untuk komoditas yang dibutuhkan, maka diperlukan sekelompok penjual potensial dan pembeli potensial. Mereka bertransaksi dalam rangka pemenuhan kebutuhan.

4. Kompetisi sempurna

Di pasar harus ada persaingan sempurna antara pembeli dan penjual. Meski begitu, terkadang kondisi pasar bisa mengalami ketimpangan dan akhirnya membentuk persaingan yang tidak sempurna, seperti halnya pasar monopoli.

5. Hubungan bisnis antara pembeli dan penjual

Dalam sebuah pasar, harus ada hubungan bisnis yang sempurna antara pembeli dan penjual. Mereka mungkin tidak secara fisik hadir di pasar, tetapi hubungan bisnis bisa tetap dijalankan.

6. Pengetahuan pasar yang sempurna

Pembeli dan penjual harus memiliki pengetahuan pasar yang sempurna tentang permintaan pelanggan, kebiasaan, selera, dan mode demi menunjang keberlanjutan pasar.

7. Satu harga

Satu harga memiliki pengertian harga sama atas sebuah komoditas meski dijual di tempat yang berbeda. Kebijakan satu harga berhubungan erat dengan nilai tukar dan kurs harga barang atau komoditas tersebut.

8. Sistem moneter yang sehat

Sistem moneter yang baik harus lazim di pasar yang mana sistem yang dimaksud termasuk kelancaran pertukaran uang, jumlah uang yang beredar, komoditas yang masuk dalam standar baik. Kebijakan moneter adalah menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah.

9. Kehadiran spekulan

Kehadiran sekuler sangat penting untuk menyediakan informasi bisnis dan harga yang lazim di pasar. Kehadiran spekulan kerap dikhawatirkan akan terjadi konflik atau persoalan di dalam pasar.

Jenis-jenis pasar berdasarkan transaksinya 

Jenis pasar berdasarkan bentuk serta strukturnya
Jenis pasar berdasarkan bentuk serta strukturnya

Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan menjadi tiga jenis. Pada prinsipnya, ketiga jenis pasar ini merujuk pada sebuah toko dan komoditas yang diperdagangkan untuk pemenuhan kebutuhan. Berikut jenis pasar menurut cara transaksinya.

1. Pasar tradisional 

Adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli melakukan transaksi yang sederhana. Organisasi pasar ini terbilang sederhana dan efisien karena tidak memiliki spesialisasi khusus. Biasanya lingkungan pasar sejenis ini terbilang kotor dan sempit. Pasar tradisional dibangun dan dikelola oleh pemerintah, pemerintah daerah, swasta, BUMN, atau BUMD.

2. Pasar modern

Harga jual barang atau jasa yang diperjualbelikan di pasar modern sudah ditentukan secara pasti (harga pas) dan menggunakan dengan layanan tersendiri. Tempat berlangsungnya pasar sejenis ini adalah mal, plaza, dan pusat-pusat perbelanjaan terkini lainnya.

Baca Juga :  Deretan Bisnis Modal Kecil Buat Anda

Pasar modern mulai beroperasi awal 1960-an di Jakarta. Arti modern di sini adalah penataan barang menurut keperluan yang sama dikelompokkan di bagian yang sama yang dapat dilihat dan diambil langsung oleh pembeli. Gedung yang menyediakan pasar modern pada umumnya menggunakan penyejuk udara dan dilengkapi pramuniaga profesional untuk tiap brand yang ada.

Modernisasi makin meluas dan masyarakat mulai diperkenalkan dengan konsep supermarket dan gerai modern untuk berbelanja. Baik untuk kebutuhan sehari-hari atau kebutuhan bulanan.

3. Pasar semi modern 

Pasar berkonsep semi modern adalah pasar yang dibangun dengan tata cara penjualan tradisional seperti adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar. Bangunan sebagai wadah pasar semi modern umumnya berupa toko, kios atau gerai terbuka.

Pasar ini secara fasilitas mengadopsi pasar modern seperti kelengkapan lahan parkir, toilet, pengelompokan tempat layanan, menjaga kebersihan, dan sistem keamanan terpadu.

Walau terkesan kuno dan kumuh, pasar tradisional tetap menawarkan keunggulan bagi konsumen, terutama di kelas ekonomi menengah ke bawah. Walau barang yang ditawarkan belum tentu berkualitas terbaik, namun harga yang murah menjadi daya tarik tersendiri.

Di lain sisi, pasar modern pun menjadi pilihan yang bisa diandalkan oleh konsumen dari semua lapisan ekonomi sebagaimana lokasinya yang strategis, layanan staf yang mumpuni, interior yang nyaman, dan gengsi di baliknya menjadi pertimbangan yang sulit ditahan. Di sini, kita juga bisa memilih produk yang lebih bervariasi dengan kualitas yang berbeda-beda.

Jenis pasar berdasarkan bentuk serta strukturnya

 

Jenis pasar berdasarkan bentuk dan strukturnya ada dua, yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna.

1. Pasar persaingan sempurna

Pengertian pasar persaingan sempurna adalah pasar yang terdapat banyak penjual dengan barang yang sama dan harga yang sama. Contohnya seperti pasar ikan, apabila satu pedagang menjual ikan, maka pedagang yang lainnya juga menjual ikan dengan harga yang sama.

2. Pasar persaingan tidak sempurna

Sementara itu, pengertian pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar yang memiliki sedikit penjual, namun komoditas yang dipasarkan berbeda-beda. Dalam pasar ini penjual bisa menentukan harga semaunya mereka sendiri karena merasa tidak ada saingannya.

Itulah beberapa informasi singkat mengenai pengertian pasar sampai jenis-jenisnya. Mau pilih belanja di pasar tradisional atau modern, sah-sah saja. Tapi agar lebih bijak, belilah barang-barang yang benar-benar dibutuhkan dan tentu selalu berbelanja dengan merefleksikan kondisi keuangan rumah tangga kita juga, ya.

You May Also Like

About the Author: Cak Muhai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *