BIN: Puncak Korona Saat Ramadan, Ini Kata Menteri Agama

Fachrul Razi

BIN: Puncak Korona Saat Ramadan, Ini Kata Menteri Agama – Badan Intelijen Negara (BIN) membuat pernyataan mengejutkan seputar virus Korona yang belakangan ini mulai terdeteksi penyebarannya di Indonesia, mereka mengatakan puncaknya akan pada saat bulan Ramadan nanti.

Afni sebagai perwakilan BIN mengatakan bahwa pihak mereka telah melakukan kajian terkait skema penyebaran virus Korona yang terbilang cukup terlambat dideteksi di Indonesia, menurutnya pucak wabah Korona di Indonesia akan terjadi pada bulan Mei nanti.

“Kita sudah membuat skema menggunakan perhitungan matematis, di Indonesia outbreak akan terjadi dalam 60 hari, berarti bulan Mei,” kata Afini di Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (13/3). Outbreak sendiri adalah kondisi penyebaran yang masif dan meresahkan.

Terkait pernyataaan dari pihak BIN ini sendiri Fachrul Razi selaku Menteri Agama mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu terlalu cemas dan panik berlebihan, Fachrul Razi juga mengatakan bahwa pernyataan BIN tersebut baru sebatas prediksi.

Fachrul Razi sendiri juga memberikan keleluasaan kepada masyarakat dan pengurus tempat ibadah setempat untuk menentukan kebijakan masing-masing. Menurutnya masyarakat Indonesia harus tetap fokus beribadah dan menjaga kesehatan serta kebersihan.

“Kecuali nanti ada perkembangan situasi yang sangat memburuk, baru kita pikirkan lagi,” ujar Fachrul. “Sekarang tetap sikapnya sama, tetap ada tarawih tetap ada buka puasa bersama di Masjid Istiqlal. Kalau di tempat lain, silakan pertimbangkan masing-masing,” tambahnya.

Afini Boer sendiri merupakan Deputi V BIN, ia mengatakan bahwa pihaknya melakukan pembuatan skema berdasarkan perhitungan matematis, menurutnya puncak outbreak akan terjadi terhitung 60 hari setelah virus tersebebut ditemukan korban positifnya di Indonesia.

Korona atau yang memiliki nama resmi COVID-19 sendiri adalah virus yang diduga berasal dari Wuhan China, dugaan terbesar penyebab virus ini masih berasal dari hewan liar yang diperdagangkan di pasar seafood disana.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Meningkat Tajam, Pasien Positif Korona di Indonesia Jadi 172 Kasus

Korona sendiri dilaporkan muncul akhir tahun 2019 lalu, jumlah korban terbanyak sejauh ini masih berada di China, hingga kini sudah lebih dari 100 ribu orang terdata yang terjangkit virus ini, dengan lebih dari 3000 orang dinyatakan meninggal dunia dan puluhan ribu lainnya dinyatakan sembuh oleh pemerintah China.

Hal yang mengkhawatirkan dari penyebaran virus yang menyerang saluran pernafasan ini adalah penyebaran diluar China yan baru mulai terdeteksi, sejauh ini Italia dan Korea Selatan sudah memberlakukan penutupan di beberapa kota akibat dari penyebaran virus yang tergolong sangat masif.

Tidak hanya berdampak pada masyarakat secara langsung, virus ini juga berdampak pada kondisi ekonomi, mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar. Dampak terbesar terlihat dari rantai produksi yang terputus.

Terputusnya rantai produksi dunia ini karena China sendiri merupakan salah satu pemasok bahan baku terbesar di dunia, virus ini memaksa pemerintah China untuk menutup kota dan merumahkan sebagian besar karyawan disana.

Pasar saham dunia juga ikut terguncang karena virus Korona ini, dari pantauan kami pasar saham nasional dan internasional terus mengalami penurunan harga disemua sektor, hal ini juga menjadi PR tersendiri pemerintahan seluruh dunia termasuk Indonesia.

You May Also Like

About the Author: Auliya Fikri

Blogger & Freelancer. Tertarik dengan topik seputar bisnis, ekonomi, investasi, teknologi, dan gaming.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *