Rupiah Anjlok ke Rp 16.700/US$, Indonesia di Ambang Krisis!

Pelemahan Rupiah Bisa Mengakibatkan Krisis Ekonomi di Indonesia

Suramadu.net, Jakarta – Dampak Ekonomi penyebaran virus Korona terus berlanjut, setelah minggu lalu nilai tukar rupiah dicatat melemah hingga angka Rp 16.200/Dollar Amerika Serikat, mengawali minggu ini rupiah kembali mengalami pelemahan.

Hingga malam ini rupiah tercatat melemah ke angka Rp 16.700/US$, hanya Rp 100 lebih rendah dari nilai tukar rupiah pada saat krisis tahun 1998 yaitu Rp 16.800/US$.

Menteri keuangan Sri Mulyani menyebut kalau dampak terparah dari anjloknya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat akan membuat Indonesia tidak mengalami pertumbuhan ekonomi 1% pun tahun ini.

Pelemahan nilai tukar rupiah yang terus terjadi beberapa minggu belakangan ini membuat harga-harga pangan mulai ikut naik, apalagi kebutuhan pokok yang merupakan hasil impor dari luarn negeri.

Banyak pakar yang mengatakan kalau kondisi tidak kunjung membaik, Indonesia mungkin akan kembali jatuh kedalam kondisi krisis, bukan karena perekonomian dalam negeri yang melemah, namun akibat dampak global dari penyebaran pandemi virus Korona.

Selain itu wacana Lockdown yang terus menggema juga akan memperburuk situasi dan iklim perekonomian di Indonesia. Ekonom dari Institute for Development of Economics & Finance (Indef) Bhima Yudhistira memprediksi, Indonesia bisa krisis ekonomi apabila Jakarta lockdown alias diisolasi.

“Indonesia bisa krisis karena lockdown di Jakarta,” ungkap Bhima, Minggu (15/3/2020).

Ia menambahkan bahwa 70% pergerakan uang dalam perekonomian Indonesia berada di Jakarta, sehingga tidak harus keseluruhan Provinsi, Jakarta Lockdown saja cukup untuk membuat perekonomian Indonesia kembali lumpuh.

Bima juga menambahkan bahwa Lockdown Jakarta juga bisa mengakibatkan kenaikan Inflasi yang berujung Krisis Nasional, ia mengatakan bahwa Jakarta menyumbang 20% angka Inflasi Nasional.

“Jakarta menyumbang 20% total inflasi nasional. Kalau barang susah masuk, terjadi kelangkaan, pastinya inflasi nasional akan tembus di atas 4-6%, yang rugi adalah masyarakat sendiri,” ucap Bima.

Baca Juga :  Fenomena Munculnya Ratusan Cacing Tanah di Solo yang Bikin Merinding

Hingga kini (23/03/2020) pasien positif virus COVID-19 di Indonesia terus meningkat, total ada 579 pasien positif Korona, 49 orang meninggal dunia dan baru 30 orang pasien yang dinyatakan pulih atau sehat, sisanya masih dalam masa perawatan di Rumah Sakit rujukan pemerintah.

You May Also Like

About the Author: Auliya Fikri

Blogger & Freelancer. Tertarik dengan topik seputar bisnis, ekonomi, investasi, teknologi, dan gaming.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *