Teknologi Pengenalan Wajah Telah Mencapai Akurasi 90% Hanya dengan Satu Foto

Teknologi Pengenalan Wajah Telah Mencapai Akurasi 90% Hanya dengan Satu Foto

Teknologi Pengenalan Wajah Telah Mencapai Akurasi 90% Hanya dengan Satu Foto – Dilansir dari situs dari DuniaTeknologi.Info yang mengutip dari situs polandia bernama PimEyes diklaim bisa menggunakan teknologi pengenalan wajah dengan menggunakan satu foto saja. PimEyes mendapatkan rating akurasi 5 dari 5, artinya, aplikasi ini bisa mengenali wajah dengan sangat baik.

PimEyes akan memberikan informasi berupa link dimana foto tersebut diunggah. Untuk servis premium yang berbayar, pengguna bisa mendapatkan link yang lebih lengkap serta mendapatkan sampai dengan 25 gambar serupa.

Berdasarkan OneZero, PimEyes memasarkan servisnya dengan tetap menjaga keamanan dari penyalahgunaan gambar, tetapi tidak ada larangan yang signifikan untuk melakukan pencarian dengan menggunakan foto orang lain.

Teknologi ini bisa dipakai sampai ke dark website untuk kebutuhan hukum, dengan bekerjasama dengan sebuah perusahaan yang disebut Paliscope untuk menyediakan gambar dan dokumen untuk para detektif.

Sampai saat ini, belum jelas bagaimana PimEyes mengembangkan teknologi pengenalan wajah tersebut atau bagaimana prosesnya hingga perusahaan tersebut bekerjasama dengan ranah hukum.

Awal tahun ini, Clearview AI, sebuah perusahaan yang bekerja untuk penegak hukum dengan layanan pengenalan wajahnya mengalami kebocoran data dan kehilangan seluruh data kliennya.

Sebuah perangkat lunak ynag dikembangkan oleh pengembang di Rusia, FindFace, menawarkan layanan serupa, meskipun deskripsi penggunaannya cukup mengkhawatirkan.

“Jika Anda melihat orang yang disukai, Anda bisa memfoto mereka, mencari tahu identitasnya, lalu mengirimkan permintaan pertemanan di dunia maya,” kata Alexander Kabakov, penemu FindFace.

Seiring dengan protes terhadap rasisme yang terjadi di Amerika Serikat, banyak perusahaan menghentikan layanan pengenalan wajahnya karena memiliki akurasi yang buruk dalam mendeteksi wajah orang-orang kulit gelap.

IBM menjadi salah satu perusahaan yang menghentikan pengembangan teknologi pengenalan wajahnya. Amazon turut menghentikan pengembangan teknologinya selama setahun.

Baca Juga :  BIN: Puncak Korona Saat Ramadan, Ini Kata Menteri Agama

You May Also Like

About the Author: Cak Muhai

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *