Tips Menu Sahur dan Buka Puasa yang Baik Menurut Ahli Gizi

Tips Menu Sahur dan Buka Puasa yang Baik Menurut Ahli Gizi

Tips Menu Sahur dan Buka Puasa yang Baik Menurut Ahli Gizi – Bulan sudah memasuki bulan ramadhan yang mana diwajibkan bagi yang beragama islam untuk melaksanakan ibadah puasa. Berbeda dengan sholat Ibadah puasa memerlukan stamina yang prima. Karena ibadah ini tergolong cukup berat. Jadwal puasa pun sudah ditentukan tanpa harus ada pengingat seperti menggunakan aplikasi pengingat puasa layaknya aplikasi jadwal sholat. Maka ada keringanan bagi mereka yang tidak bisa mengerjakannya dikarenakan sakit atau usia yang sudah sangat renta. Tapi bagi mereka (muslim) yang masih segar bugar adalah suatu kewajiban untuk menjalankannya.

Salah satu hal yang dianjurkan bahkan menjadi sunah saat menjalankan ibadah puasa adalah sahur. Sahur adalah aktivitas mengisi perut dengan makanan menjelang adzan Subuh berkumandang. Apa yang harus kita makan saat sahur agar tubuh tetap prima saat puasa. Berikut ini adalah kutipan yang kami ambil dari Liputan6.com.

Ahli gizi Rita Ramayulis dalam webinar bersama Kementerian Kesehatan ‘Sehat dan Bugar Selama Puasa dan Bahagia Tanpa Mudik’ memberikan nasihatnya tentang asupan gizi yang baik saat sahur. Beliau menyarankan untuk memastikan terdapat protein dan karbohidrat kompleks dalam menu sahur kita.

Menurut Rita, konsumsi nasi harus sama banyak dengan sayuran sebagai asupan energi ketika puasa. Bahkan semakin banyak sayur daripada nasi itu semakin bagus. Mengenai protein, ada banyak pilihan mulai dari telur hingga daging sapi. Namun, pastikan pilih yang tidak berlemak.
Rita menyarankan untuk tidak mengkonsumsi rendang saat sahur. Karena daging yang berlemak akan memperberat kerja tubuh, bukannya bertenaga tapi membuat tubuh menjadi lelah ujarnya.

Hindari juga mengonsumsi minuman diuretik seperti teh kental dan kopi. Minuman seperti ini justru membuat cepat haus. Lebih baik minum air putih sekitar empat gelas saat sahur.

Baca Juga :  Cara Transfer Saldo DANA ke GoPay [100% Work]

Lalu bagaimana dengan menu berbuka puasa yang baik menurut ahli gizi? Apakah benar berbuka puasa dengan yang manis-manis sesuai dengan pandangan ahli gizi?

Rita menjelaskan berbuka puasa dengan yang manis-manis tidaklah salah, tapi bukan berarti mengkonsumsi minuman terlalu tinggi gula saat berbuka.“Ketika buka puasa tujuannya mengembalikan kadar glukosa darah, tentu perlu yang manis untuk menormalkannya tapi manisnya jangan lebai, justru kalau terlalu berlebihan malah menurunkan imunitas,” ucap Rita.

Lebih baik pilih menu berbuka yang mengandung gula dengan zat mikronutrien di dalamnya. “Jadi, bukalah dengan aneka buah. Buka dengan pisang, kurma, semangka, itu sangat saya sarankan,” tuturnya.Khususnya kurma ketika berbuka puasa terlebih dahulu. Dibeberapa wilayah seperti Kalimantan ada mitos bahwa makan kurma harus ganjil.

Jika terbiasa minum teh manis, boleh saja. Asal ingat hanya boleh menambahkan satu sendok makan gula untuk satu gelas air.

“Jangan lebih dari itu, kalau lebih dari itu akan menstimulasi insulin yang ketika diproduksi berlebihan menurunka kadar glukosa darah. Bukannya bertenaga tapi lemas,” ujarnya.

You May Also Like

About the Author: Cak Muhai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *